Studi ini berupaya mengidentifikasi mitos dan kesenian yang berkembang di sungai brantas dan bengawan solo. Sungai ini terletak di dua provinsi, jawa timur dan jawa tengah. Sungai ini memberi pengaruh besar terhadap peradaban manusia di jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melaui empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Hasil identifikasi menujukkan adanya beberapa mitos yang muncul yaitu Kisah Mpu Barada, Cerita tentang Suro dan Boyo, kisah Andhe-Andhe Lumut, Legenda Glagah Lamongan dan Ikan Lele, Cerita Onggo Inggi, Lagu Bengawan Solo (Gesang), cerita Jembatan Merah dan kesenian campursari Taman Jurug. Mitos dan kesenian yang muncul disepanjang aliran sungai Brantas dan Bengawan Solo dikarenakan ketergantungan manusia terhadap sungai tersebut. Dimulai dari masa prasejarah dengan bukti ditemukannya peninggalan prasejarah di sekitar sungai tersebut. Pada masa selanjutnya kerajaan-kerajaan klasik bercorak Hindu-Budha hingga Islam masih memamfaatkan keberadaan sungai sebagai penyambung kehidupan. Pada masa tersebut sungai digunakan dalam bidang pertanian, perdagangan, sampai militer. Pada masa yang lebih kontemporer sungai difungsikan sebagai penopang industri dan kehidupan manusia hingga saat ini
Copyrights © 2024