Organisasi Jong Java, yang didirikan pada tahun 1915, menjadi wadah penting bagi pemuda Jawa dalam membangun kesadaran nasional di tengah tekanan kolonial. Pada awalnya, fokus utama organisasi ini adalah pelestarian budaya Jawa melalui pendidikan dan kegiatan sosial. Namun, seiring dengan meningkatnya semangat nasionalisme di kalangan pemuda, Jong Java mengalami transformasi signifikan dalam visi dan perannya. Penelitian ini menganalisis perubahan peran Jong Java selama periode 1915–1928 dengan menggunakan metode historis, mengandalkan berbagai sumber seperti artikel surat kabar dan literatur sejarah. Temuan menunjukkan bahwa Jong Java beralih dari orientasi kedaerahan menjadi gerakan kebangsaan yang lebih inklusif. Organisasi ini mulai mendorong persatuan antarpemuda dari berbagai suku dan budaya sebagai langkah perlawanan terhadap kolonialisme yang semakin menekan. Transformasi ini mencapai puncaknya ketika Jong Java berkontribusi dalam Kongres Pemuda II pada tahun 1928, yang melahirkan Sumpah Pemuda. Momen ini menandai perubahan arah yang krusial bagi organisasi dan mencerminkan peran strategisnya dalam membangun solidaritas nasional. Dengan demikian, Jong Java tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga memainkan peranan penting dalam gerakan kemerdekaan Indonesia, menginspirasi generasi muda untuk bersatu dalam menghadapi tantangan kolonial.
Copyrights © 2025