Konsili Vatikan II menyatakan, “Kepada Allah yang menyampaikan wahyu manusia wajib menyatakan ketaatan iman.” Yusuf adalah teladan bagi kita dalam ketaatan iman secara total kepada Allah. Ketaatan iman itu diawali dengan mendengarkan sabda dan perintah Tuhan, mempercayai dan mematuhinya dengan segenap hati. Yusuf pun seorang yang taat pada hukum Taurat. Ia mengalami dilema ketika Maria, tunangannya, mengandung, karena menurut Ul 22:23-27 hukumannya dirajam dengan dilempari batu hingga mati. Maka, ia mau menceraikan Maria secara diam-diam. Alhasil, malaikat Tuhan mengunjunginya dalam mimpi dan meyakinkannya untuk mengambil Maria menjadi istrinya, karena ia mengandung dari Roh Kudus. Ia taat pada perintah Tuhan dan memberi nama Anak yang dikandung Maria, sehingga ia menjadi ayah yang sah dari Yesus sesuai tradisi bangsa Yahudi. Ketaatan Yusuf ini berdasar pada ketulusan hatinya dan kesiapsediaannya bekerja di balik layar. Dengan demikian ia pantas dan layak dijadikan teladan bagi umat beriman dalam tekun mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah, ketaatan dalam pengabdian dan kebijaksanaan, bekerja setulus hati dan membagun masa depan penuh harapan.
Copyrights © 2024