Permasalahan dalam proses difusi inovasi kurikulum di tingkat sekolah meliputi terbatasnya keterlibatan stakeholder, kualitas sumberdaya manusia, dan pendampingan kurikulum. Dalam konteks ini, muncul ide baru yaitu kurikulum merdeka belajar, yang menjadi fokus bagi pimpinan sekolah dan guru di sekolah. Namun, untuk mewujudkan konsep ini secara efektif dan efisien, penting untuk menjalankan proses difusi inovasi kurikulum merdeka belajar secara sistematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pada konteks proses difusi inovasi yang terkait sejauh mana atribut inovasi kurikulum dipahami dan direspon secara positif oleh adoptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif persepsi guru terhadap atribut inovasi kurikulum merdeka belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian difusi (diffusion research) yang dikembangkan oleh Rogers, untuk mendapatkan data tentang persepsi guru terhadap atribut inovasi kurikulum merdeka belajar. Teknik pengumpulan data menggunakkan observasi, analisis dokumen, wawancara dan kuesioner. Sumber data diperoleh dari observasi, analisis dokumen, wawancara dan kuesioner persepsi Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, serta Guru. Teknik pengambilan sampel informan penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa atribut inovasi kurikulum merdeka belajar telah disetujui dan menyebar di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025