Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program penguatan karakter pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak, mengidentifikasi penghambat implementasi, dan menyusun rekomendasi strategi untuk mempercepat implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus dan subjek penelitian yaitu para pemangku kepentingan pada jenjang sekolah SMP di Kabupaten Lebak, Banten. Sumber data penelitian adalah wawancara terhadap informan, studi dokumentasi, dan angket/kuesioner yang dianalisis berdasarkan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak belum memiliki dokumen kebijakan yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan anggaran dan program penguatan karakter sehingga intervensi lanjutan pemerintah daerah yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak masih terbatas. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan pemahaman guru terhadap pembiasaan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dan terbatasnya partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam penguatan karakter di dalam dan luar sekolah. Untuk itu, diperlukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu advokasi penyusunan dokumen kebijakan penguatan karakter, peningkatan kapasitas guru, serta pelibatan aktif orang tua dan mitra pendidikan. Kesimpulan, Implementasi kebijakan penguatan karakter pada Jenjang SMP di Kabupaten Lebak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan tersebut diperlukan penyusunan kebijakan yang lebih dan jelas dan terustuktur di samping peningkatan kapasitas semua pihak terkait.
Copyrights © 2024