Teknik Suminagashi merupakan teknik pengolahan seni tradisional Jepang yang kembali naik daun di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun teknik ini belum begitu sepenuhnya dikenal dan belum banyak diterapkan. Pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus eksploratif menjadi pisau bedah untuk mengkaji proses kreatif, adaptasi eksplorasi teknik dan konseptual yang terkandung didalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik eksplorasi terbagi menjadi dua yaitu kontrol terstruktur yang menghasilkan pola berbentuk statis dan dapat di direplikasi secara konsisten dan kontrol tidak terstruktur yang menghasilkan pola berbentuk abstrak yang memungkinkan variasi pola tak terbatas, tidak terduga dan organik. Pada ranah ekspresi artistik, teknik ini sebagai medium meditative yang memungkinkan proses penciptaan seni terlibat secara reflektif dan intuitif yang sangat khas serta menjadi metode praktik penciptaan seni yang menyatukan filosofi Zen dengan impermanence principe (prinsip ketidaktetapan). Penelitian ini menegaskan bahwa eksplorasi ini membuktikan bahwa Suminagashi mampu beradaptasi secara inovatif dalam beragam praktik seni media baru, khususnya dalam generative art, seni instalasi, dan desain grafis. Fleksibilitasnya sebagai teknik analog membuka potensi besar untuk kolaborasi dengan media digital, memperluas jangkauan interdisipliner dalam seni lintas medium.
Copyrights © 2025