Di SMAN Kecamatan Kayu Aro, penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sepakbola memerlukan peningkatan keterampilan komunikasi guru agar pembelajaran berjalan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas keterampilan komunikasi guru olahraga dalam konteks tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif dengan guru Penjas sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merasa lebih mudah dalam komunikasi lisan karena materi sepakbola masih berfokus pada teknik dasar. Namun, komunikasi tulisan dinilai sulit karena penjelasan tertulis sering tidak dipahami siswa. Komunikasi visual juga menjadi tantangan karena membutuhkan media dan persiapan khusus yang tidak semua guru kuasai. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana prasarana (seperti lapangan, bola, dan alat bantu), kesesuaian modul ajar dengan kondisi sekolah, dan kesulitan siswa dalam memahami tahapan pembelajaran sesuai modul. Guru harus menyesuaikan modul dan bahan ajar dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.
Copyrights © 2025