Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana topologi mesh memengaruhi kinerja transfer data dengan membandingkan jaringan yang memakai protokol routing EIGRP dan yang tidak. Topologi mesh diyakini dapat memperlancar komunikasi antar perangkat. Untuk mengujinya, dilakukan simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer dengan dua skenario: topologi mesh dengan EIGRP dan mesh dengan koneksi statis tanpa routing. Pengujian mencakup tiga parameter utama: latency, throughput, dan packet loss. Hasilnya menunjukkan bahwa mesh dengan EIGRP memiliki performa lebih baik, latency lebih rendah, kecepatan transfer lebih tinggi, dan kehilangan paket lebih sedikit. Keunggulan ini muncul karena EIGRP mampu menyesuaikan jalur komunikasi secara otomatis sesuai kondisi jaringan. Sebaliknya, jaringan tanpa routing kurang responsif saat node atau lalu lintas bertambah, sehingga rawan macet dan lambat. Dari temuan ini, penggunaan protokol routing dinamis seperti EIGRP sangat disarankan untuk topologi mesh pada jaringan besar demi stabilitas dan efisiensi.
Copyrights © 2025