Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman mahasiswa asal Maros yang sedang menempuh pendidikan di Makassar dalam memahami dan menghadapi perbedaan budaya, atau yang dikenal sebagai cross-cultural understanding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman lintas budaya oleh informan sangat beragam, tergantung pada pengalaman pribadi masing-masing. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan bahasa, kebiasaan, serta pola komunikasi nonverbal. Namun demikian, para informan menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri melalui strategi seperti observasi, refleksi, pembelajaran aktif, dan komunikasi empatik. Manfaat yang dirasakan mencakup peningkatan keterampilan sosial, perluasan jaringan pergaulan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja multikultural. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi pendidikan lintas budaya dalam lingkungan kampus untuk membentuk mahasiswa yang inklusif, toleran, dan mampu beradaptasi di tengah keragaman budaya.
Copyrights © 2025