Studi ini mengeksplorasi pengaruh persepsi keparahan dan efikasi respons terhadap perilaku protektif digital melalui peran mediasi kesadaran di antara pengguna e-commerce di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya risiko digital, pemahaman mekanisme kognitif di balik perilaku protektif menjadi penting. Mengacu pada Teori Motivasi Proteksi (PMT), studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data dari 100 responden berusia 17–35 tahun di Pontianak, Indonesia. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keparahan maupun efikasi respons tidak memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap perilaku protektif. Namun, kedua variabel tersebut memengaruhi kesadaran secara signifikan, yang pada gilirannya memengaruhi perilaku secara kuat. Analisis mediasi menegaskan bahwa kesadaran sepenuhnya memediasi hubungan antara persepsi keparahan, efikasi respons, dan perilaku protektif. Temuan ini menekankan peran utama kesiapan kognitif, khususnya kesadaran, dalam menerjemahkan persepsi risiko menjadi respons perilaku konkret di lingkungan digital. Keterbatasan studi ini meliputi desain cross-sectional, pengukuran yang dilaporkan sendiri, dan sampel yang terbatas secara geografis. Penelitian di masa mendatang harus mempertimbangkan untuk mengeksplorasi faktor psikologis atau kontekstual tambahan seperti literasi digital, kepercayaan terhadap platform, atau pengaruh rekan sejawat, serta mengadopsi metode longitudinal untuk menangkap sifat perilaku keamanan digital yang terus berkembang.
Copyrights © 2025