Tari Sigale-gale merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional masyarakat Batak Toba yang sarat makna simbolik, social, dan spiritual. Keberadaan tari ini tidak hanya merepresentasikan estetika budaya, tetapi juga menjadi media komunikasi budaya yang menyampaikan pesan nilai, norma, dan system kepercayaan yang dipegang masyarakat Batak Toba. Sebagai bagian dari ritual upacara kematian, Sigale-gale berfungsi sebagai symbol pengganti anak laki-laki yang tiada, penghubung komunikasi dengan leluhur, serta perwujudan tanggung jawab social keluarga terhadap adat. Transformasi tari Sigale-gale dari konteks ritual menjadi bagian dari pariwisata budaya menunjukkan adaptasi budaya dalam menghadapi dinamika zaman, namun tetap menuntut upaya pelestarian yang menjaga keaslian nilai simbolik dan filosofisnya. Studi ini menggunakan metode studi literatur deskriptif kualitatif untuk menggali makna simbolik, fungsi social, serta transformasi dan pelestarian tari Sigale-gale dalam konteks budaya Batak Toba. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap elemen tari, mulai dari patung, gerak, ulos, music gondang sabangunan, hingga tali penggerak, memiliki simbolisme mendalam yang membentuk system komunikasi budaya masyarakat Batak Toba dan menjadi sarana pewarisan nilai adat yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025