Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi kombinasi bisnis sebelum dan sesudah diberlakukannya PSAK No. 22 (Revisi 2010) pada PT Bank CIMB Niaga Tbk serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan konsolidasian periode 2009–2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan PSAK No. 22, perusahaan menggunakan metode pooling of interest tanpa pengakuan goodwill dan hanya berdasarkan nilai buku. Setelah PSAK No. 22 diterapkan, digunakan metode acquisition dengan pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas. Meskipun kualitas informasi keuangan meningkat, rasio profitabilitas (ROA dan ROE) masih berada di bawah standar industri. Hal ini menunjukkan bahwa standar akuntansi dapat meningkatkan transparansi laporan, namun belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap profitabilitas.
Copyrights © 2026