Kurikulum Merdeka adalah langkah penting dalam reformasi pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih bagi sekolah dan peserta didik dalam menentukan cara belajar. Dalam implementasinya, Kurikulum Merdeka di Kota Samarinda diperkenalkan melalui program Sekolah Penggerak yang melibatkan sekolah-sekolah dasar untuk menjadi pionir perubahan. Adapun pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses sosialisasi Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Dasar di Kota Samarinda, termasuk tantangan yang dihadapi oleh para guru dan kepala sekolah, serta pihak terkait lainnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru, serta observasi kegiatan sosialisasi pada SD Negeri 021 Sungai Kunjang, Kota Samarinda yang terlibat langsung dalam program Sekolah Penggerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya waktu pelatihan dan pemahaman yang bervariasi dikalangan pendidik. Namun, secara umum, adanya kesadaran dan komitmen tinggi dari para pendidik menunjukkan potensi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di masa depan. Penelitian ini tentunta sangat diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas dan tantangan dalam sosialisasi kurikulum baru ini agar menjadi tolok ukur kemajuan pendidikan dikemudian hari.
Copyrights © 2025