Lahan gambut merupakan ekosistem unik yang memiliki kapasitas tinggi dalam menyimpan air, namun sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan aktivitas hidrologis, terutama melalui proses evapotranspirasi. Pengelolaan air yang tepat di lahan gambut sangat penting, khususnya untuk mendukung pertanian hortikultura yang bergantung pada ketersediaan air di zona perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai evapotranspirasi harian menggunakan metode Hargreaves Modifikasi di lahan gambut Desa Limbung, serta membandingkan nilai evapotranspirasi antara musim kemarau dan musim hujan. Data yang digunakan meliputi suhu udara, curah hujan, dan posisi lintang lokasi yang dikumpulkan selama tujuh hari pada masing-masing musim. Perhitungan evapotranspirasi dilakukan dengan menggunakan rumus Hargreaves Modifikasi berdasarkan suhu maksimum, minimum, rata-rata harian, curah hujan, dan radiasi matahari luar atmosfer. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai evapotranspirasi harian tertinggi pada musim kemarau mencapai 2,446 mm/hari, sedangkan pada musim hujan sebesar 1,906 mm/hari. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi iklim lokal, seperti suhu, curah hujan, dan tingkat radiasi matahari, yang berdampak langsung terhadap kebutuhan air tanaman dan strategi pengelolaan air di lahan gambut.
Copyrights © 2025