Sistem distribusi air bersih di Kecamatan Pontianak Selatan dilayani oleh Booster Pramuka terkhusus untuk Zona C dan I yang meliputi Kelurahan Akcaya, Kelurahan Kota Baru, dan Kelurahan Parit Tokaya.. Kebutuhan air pada jam puncak pada tahun 2025 adalah sebesar 186,813 liter/detik sedangkan untuk tahun 2045 adalah sebesar 248,322 liter/detik. Berdasarkan kapasitas pemompaan Booster Pramuka sebesar 100 liter/detik dan head pompa sebesar 45 m, maka belum mampu mendistribusikan air secara optimal. Kurangnya kapasitas tersebut dapat dioptimalkan dengan analisis menggunakan program Epanet. Dilakukan simulasi kondisi eksisting dan kondisi tahun proyeksi 2045 untuk pengembangan jaringan distribusi air dan diperoleh hasil output pada Epanet berupa pressure, velocity, dan unit headloss. Pipa yang memiliki nilai pressure 10 m/km artinya tidak memenuhi standar dan diperbaiki dengan cara memperbesar diameter pipa. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan Epanet telah diperoleh perencanaan jaringan distribusi air yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan air tahun 2045 dengan meningkatkan kapasitas pemompaan yang semulanya 100 liter/detik menjadi 250 liter/detik. Kata kunci: Epanet, Jaringan Distribusi Air, Kebutuhan Air
Copyrights © 2025