PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025

PENGARUH MANAJEMEN NYERI AKUT TERHADAP INTENSITAS NYERI 72 JAM, SKOR MPQ DAN EFEK SAMPING PASCAOPERASI ORTOPEDI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH DENPASAR

Johanes, Kevin Paul (Unknown)
Sinardja, Cynthia Dewi (Unknown)
Widnyana, I Made Gede (Unknown)
Senapathi, Tjokorda Gde Agung (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2025

Abstract

Latar belakang : Nyeri pascaoperasi merupakan risiko yang harus dihadapi pasien yang akan menjalani operasi ortopedi.Upaya untuk menangani nyeri dilakukan dengan manajemen nyeri dengan pendekatan multimodal baik dengan agenopioid serta anestesi lokal, tetapi efek dari terapi multimodal ini masih belum dievaluasi kembali pada pasien ortopedi. Untuk menilai efektivitas dari terapi multimodal yang dijalankan untuk menurunkan nyeri, efek samping, dan skor nyeri McGill, maka evaluasi akan dilakukan evaluasi melalui penelitian ini. Metode : Studi ini merupakan sebuah studi Observational Cohort. Dua ratus pasien dewasa berusia 18 tahun keatas yang memenuhi kriteria eligibilitas yang menjalani operasi ortopedi dengan anestesi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar selama periode penelitian (November – Desember 2024), direkrut ke dalam penelitian. Setelah data pasien dicatat, pasien akan diikuti sampai 3 hari setelah operasi selesai untuk pengumpulan data. Subjek akan dibagi menjadi kelompok dengan terapi multimodal analgesia regional-based (MMR) atau kelompok dengan terapi multimodal analgesia opioid-based (MMO). Uji statistik perbandingan kategorik dan numerik, serta analisis kovariat dilakukandengan software SPSS. Hasil : Terdapat 200 subjek yang datanya dapat digunakan untuk Analisa. Uji statistik menunjukkan skor VAS yang lebih rendah pada kelompok MMR dibandingkan kelompok MMO. Terdapat insiden mual yang rendah (5%) pada kelompokkedua kelompok. Subjek yang menerima multimodal analgesia pascaoperasi menunjukkan skor MPQ yang rendahterutama pada pada kelompok MMR. Kesimpulan : Manajemen nyeri akut multimodal analgesia menunjukkan intensitas nyeri yang lebih rendah secara statistik pada subjek dengan terapi regional analgesia dengan anestesi lokal tetapi secara klinis kedua kelompok menunjukkan nilai nyeri yang rendah. Multimodal analgesia baik dengan terapi opioid atau regional analgesia menunjukkan tingkat mual yang rendah. Multimodal analgesia dengan terapi regional analgesia menunjukkan skor MPQyang lebih rendah.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

prepotif

Publisher

Subject

Public Health

Description

PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum ...