Penelitian ini menganalisis metode serangan rekayasa sosial (social engineering) yang terjadi dalam konteks permainan mobile online, khususnya pada PUBG Mobile dan Mobile Legends. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode serangan seperti pretexting, impersonation, dan phishing, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif, melibatkan simulasi serangan melalui platform media sosial, komunitas game, dan komunikasi dalam game. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 124 responden yang menjadi target serangan, 88 akun berhasil ditembus. Faktor keberhasilan mencakup tekanan sosial, keterbatasan waktu bermain, rendahnya kesadaran pengguna terhadap risiko keamanan, dan daya manipulasi teknik social engineering. Sebaliknya, aktivasi fitur keamanan seperti autentikasi dua faktor (2FA) menjadi hambatan utama bagi keberhasilan serangan. Hasil dari penelitian ini memberikan strategis untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan pengguna, termasuk edukasi keamanan digital, peningkatan fitur keamanan pada platform game, dan kolaborasi dengan komunitas game. Dengan implementasi langkah-langkah ini, risiko serangan social engineering dapat diminimalkan secara signifikan, menciptakan lingkungan game yang lebih aman bagi pemain.
Copyrights © 2025