Perpustakaan sekolah memainkan peran strategis sebagai pusat sumber belajar dalam mendukung penguatan budaya literasi siswa di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen perpustakaan dalam meningkatkan literasi siswa di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang, dengan menyoroti empat fungsi utama manajerial: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan telah dilaksanakan secara aktif melalui berbagai program seperti MEDING (membaca dan diskusi), kitabah pasca duha, dan pojok baca, yang berdampak positif terhadap minat baca dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, masih ditemukan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan fasilitas, kurangnya pustakawan profesional, serta minimnya pemanfaatan teknologi informasi. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan kebijakan literasi agar perpustakaan dapat berfungsi optimal sebagai pusat pembelajaran adaptif di era digital
Copyrights © 2025