Reporting Standards (IFRS) di negara maju dan berkembang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan menelusuri literatur pada basis data akademik terkemuka menggunakan kata kunci terkait adopsi, implementasi, dan interpretasi IFRS dalam rentang publikasi 2010–2024. Dari proses penyaringan diperoleh tujuh artikel utama yang dianalisis secara tematik untuk melihat dinamika adopsi, tantangan interpretasi, serta dampaknya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju mampu menerapkan IFRS secara penuh berkat dukungan regulasi dan infrastruktur kelembagaan yang kuat, sementara negara berkembang cenderung melakukan adopsi bertahap dengan mempertahankan standar nasional seperti PSAK sebagai bentuk adaptasi kontekstual. Tantangan terbesar muncul dari sifat IFRS yang berbasis prinsip, yang seringkali menimbulkan perbedaan interpretasi antar yurisdiksi. Meski demikian, secara umum IFRS terbukti meningkatkan transparansi, keterbandingan, dan reliabilitas laporan keuangan, serta memperkuat legitimasi pasar modal. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya peta jalan transisi IFRS yang realistis, penguatan kapasitas akuntan melalui pelatihan intensif, serta peran aktif institusi pengawas agar adopsi IFRS tidak berhenti pada level formalitas, melainkan benar-benar meningkatkan kualitas informasi akuntansi.
Copyrights © 2024