Penelitian ini mengkaji secara mendalam hubungan antara tingkat kecemasan matematis serta skill berpikir kritis siswa dalam memahami aljabar. Studi ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Semarang. Subjek penelitian dipilih secara purposive, terdiri atas siswa-siswi kelas VII, variasi kategori kecemasan (tinggi, sedang, dan rendah). Pengumpulan data dilakukan secara triangulatif melalui angket kecemasan matematis, tes uraian berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Data dianalisis secara interaktif melalui penyaringan, pemaparan, dan penarikan simpulan yang diuji keabsahannya dengan triangulasi data. Penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan kecemasan matematika yang lebih rendah cenderung meraih skor berpikir kritis yang lebih tinggi. Hal ini tampak jelas pada indikator interpretation, analysis, dan evaluation, meskipun pada aspek inference masih tergolong rendah di semua kategori. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan terhadap matematika dapat menghambat proses berpikir mendalam dan logis siswa. Oleh sebab itu, krusial bagi pengajar guna mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional agar siswa lebih percaya diri dalam menyelesaikan persoalan matematis.
Copyrights © 2025