Ekplorasi batu alam dan pasir alam yang akan diguankan sebagai bahana dasar (raw material) pembuatan beton akan berdampak pad kerusakan lingkungan. Gunung batu menjadi rata atau bahkan dapat meninggalkan lubang yang dalam, serta penambangan pasir alam atau sungai akan merusak ekosistem dan ke dalam sungai. Hal ini perlu dicari bahan alternative pengganti batu dan pasir alam. Penggunaan agregat daur ulang (recycled aggregate/RA) dalam beton menjadi bahan alternatif untuk pembuatan beton (sering disebut beton daur ulang) yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi eksploitasi sumber daya alam dan limbah konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keekonomian antara beton yang menggunakan agregat alam (natural aggregate/NA) dan agregat daur ulang dari limbah beton bekas. Metodologi yang digunakan adalah eksperimental yang meliputi pengujian kuat tekan, analisis biaya material, dan perhitungan biaya satuan per meter kubik beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan agregat daur ulang dapat menghemat biaya hingga 15–20%, walaupun beton dengan daur ulang memiliki kuat tekan yang lebih rendah, tergantung pada sumber dan proses pengolahan agregat daur ulang. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan beton daur ulang sebagai alternatif keekonomian yang layak, khususnya untuk proyek non-struktural atau sekunder
Copyrights © 2025