Psychological well-being merupakan kondisi ketika individu memiliki penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, evaluasi positif terhadap diri dan kehidupannya, kemampuan mengelola lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi, tujuan hidup, serta keinginan untuk terus tumbuh dan berkembang. Salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being adalah dukungan sosial, yang salah satunya berasal dari keluarga yakni suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak IDD di SLB-E Negeri PTP Kota Medan. Penelitian ini melibatkan 70 orang ibu yang memiliki anak IDD di SLB-E Negeri PTP Kota Medan yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological well-being yang disusun berdasarkan dimensi Ryff Singer (2008) (32 aitem, α = .932) dan skala dukungan suami yang diadaptasi dari penelitian Bahar (2018) (36 aitem, α = .882). Berdasarkan analisis data menggunakan analisis kolerasi product moment diperoleh bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan suami dengan psychological well-being (rxy) = .665 dengan p = .000 (p .05). Dukungan suami memberikan sumbangan efektif sebesar 44.2% terhadap psychological well-being ibu yang memiliki anak IDD.
Copyrights © 2025