Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya jumlah studi tentang implementasi Komunitas Pembelajaran Profesional (PLC) di sekolah dasar di Indonesia, meskipun dampaknya signifikan terhadap peningkatan kinerja guru dan mutu pendidikan. Tujuan studi ini adalah menganalisis peran PLC dalam meningkatkan kinerja guru dan mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan di Kota Tangerang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 partisipan (kepala sekolah dan guru) dari empat sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLC meningkatkan kolaborasi, inovasi pedagogis (misalnya, pengembangan modul yang terdiferensiasi), dan motivasi guru melalui refleksi kolektif. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Berbasis Kinerja, dan sinergi dengan kebijakan Penggerak Sekolah. Hambatan meliputi beban kerja guru (24–30 jam/minggu), resistensi budaya, dan fragmentasi program dengan Kelompok Kerja Guru (KKG)/Kelompok Kerja Guru (MGMP). Studi ini menyimpulkan bahwa PLC efektif jika didukung oleh kepemimpinan kolaboratif dan kebijakan inklusif. Implikasi teoretis memperkaya konsep komunitas pembelajaran profesional dalam konteks Indonesia, sementara implikasi praktis merekomendasikan integrasi teknologi untuk diskusi asinkron dan pelatihan fasilitasi bagi kepala sekolah.
Copyrights © 2025