Penerapan metode penelitian puitis-afektif (poetic-affective criticism) terhadap Mazmur 7 menghasilkan pembacaan berbeda dengan penafsiran Mazmur 7 sebelumnya. Kebanyakan penafsir membaca Mazmur 7 sebagai mazmur permohonan ketika menghadapi tuduhan palsu. Pembacaan Mazmur 7 dengan menggunakan metode pembacaan penelitian puitis-afektif menghasilkan pesan tentang keadilan yakni kejahatan yang direncanakan menjadi hukuman terhadap perencananya.
Copyrights © 2024