This Author published in this journals
All Journal Jurnal Amanat Agung
Barus, Armand
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MIMESIS DAN TEOSIS DALAM INJIL YOHANES Barus, Armand
Jurnal Amanat Agung Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 1 Juni 2024
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v20i1.662

Abstract

Salah satu perkembangan terakhir dalam studi Injil Yohanes adalah munculnya diskusi tentang etika Yohanes. Etika Yohanes yang sebelumnya diabaikan kini telah mendapat perhatian para ahli. Perubahan radikal itu disebabkan terutama dengan terbitnya monografi berjudul Rethinking the Ethics of John tahun 2012. Konsep mimesis yang dipahami banyak ahli biblika sebagai salah satu pilar penting dalam konstruksi etika PB ditelaah keberadaannya dalam Injil Yohanes. Telaah itu telah dilakukan oleh Cornelis Bennema dengan meneliti konsep mimesis dalam Injil Yohanes. Penelitian Cornelis Bennema telah menghasilkan temuan bahwa konsep mimesis adalah pusat etika Yohanes. Sebagai lanjutan terhadap penelitian Cornelis Bennema, artikel ini melakukan kajian terhadap hubungan konsep mimesis dan teosis dalam Injil Yohanes. Artikel ini dengan menggunakan metode eksegesis teologis mengusulkan bahwa mimesis terkait erat dengan teosis.
KEADILAN: Barus, Armand
Jurnal Amanat Agung Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v20i2.686

Abstract

Penerapan metode penelitian puitis-afektif (poetic-affective criticism) terhadap Mazmur 7 menghasilkan pembacaan berbeda dengan penafsiran Mazmur 7 sebelumnya. Kebanyakan penafsir membaca Mazmur 7 sebagai mazmur permohonan ketika menghadapi tuduhan palsu. Pembacaan Mazmur 7 dengan menggunakan metode pembacaan penelitian puitis-afektif menghasilkan pesan tentang keadilan yakni kejahatan yang direncanakan menjadi hukuman terhadap perencananya.
ATEISME: : Penelitian puitis-afektif Mazmur 14 Barus, Armand
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.714

Abstract

Angka tren ateisme yang cenderung meningkat akhir-akhir ini memerlukan penjelasan dan respons teologis yang memadai. Artikel ini mengusulkan Mazmur 14 sebagai salah satu respons teologis terhadap ateisme. Telaah terhadap Mazmur 14 sebagai respons terhadap ateisme menggunakan metode penelitian puitis-afektif. Metode penelitian puitis-afektif memiliki fitur-fitur keluhan, perasaan, Allah, dan perubahan suasana teks (mood) dalam penggalian tema sentral Mazmur 14. Penelitian puitis-afektif menghasilkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia yaitu manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada ’ĕlōhîm. Mazmur 14 menegaskan keterkaitan erat apa yang dipercayai dan apa yang dilakukan. Ateisme modern sebaliknya menolak kaitan teologi dan etika.