Emesis gravidarum merupakan keluhan fisiologis yang umum terjadi pada kehamilan trimester pertama dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik maupun psikologis ibu. Intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi jahe telah banyak diteliti terkait efek antiemetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap penurunan intensitas emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Intervensi dilakukan melalui inhalasi aromaterapi jahe selama satu minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,002 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan intensitas emesis gravidarum sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi jahe efektif sebagai terapi pelengkap dalam mengurangi gejala mual dan muntah pada kehamilan trimester awal. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi komplementer di pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Copyrights © 2025