This research is motivated by the low activity and development of children's gross motor skills, especially in performing coordinated movements. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and the results of gross motor development. This research method uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) which is carried out in 4 meetings, the research setting is in group B1 children of TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin totaling 20 children. The data collection technique uses observation and descriptive data analysis using tables and graphs. The results of the study show that (1) teacher activity at meeting 1 gets the category "Good" and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Good". (2) child activity at meeting 1 gets the category "Quite Active" with a percentage of 47% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Active" with a percentage of 82%. (3) the results of gross motor development at meeting 1 get the category "Starting to Develop" with a percentage of 48% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Well Developed". Based on the research results, it can be concluded that the demonstration model, drill method, and traditional coconut shell stilt games can develop gross motor activity and development results very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan perkembangan motorik kasar anak, khususnya dalam melakukan gerak terkoordinasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik kasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan data analisis secara deskriptif menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Baik”. (2) aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat kategori ”Cukup Aktif” dengan persentase 47% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Aktif” dengan persentase 82%. (3) hasil perkembangan motorik kasar pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Mulai Berkembang” dengan persentase 48% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Berkembang Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model demonstration, metode drill, dan permainan tradisional egrang batok kelapa dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan motorik kasar dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
Copyrights © 2025