Gerakan Padri abad ke-19 di Minangkabau merupakan gerakan pembaharuan Islam fundamental yang mengubah lanskap sosial-keagamaan melalui konflik internal dan intervensi kolonial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor historis-sosial kemunculan Padri, dinamika konflik yang melibatkan kaum Adat dan Belanda, dampak gerakan terhadap proses pembaharuan pemikiran dan praktik Islam termasuk interaksinya dengan institusi adat, serta warisan sosial-keagamaan jangka panjangnya di Minangkabau. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-sosiologis, penelitian ini mengkaji sumber primer dan sekunder melalui kritik, interpretasi, dan historiografi untuk membangun narasi yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Padri berakar pada ideologi puritanisme yang diinspirasi dari Wahabisme, berupaya memurnikan praktik Islam lokal dari unsur sinkretis dan adat yang dianggap bertentangan. Meskipun memicu perang saudara yang destruktif, gerakan ini secara signifikan mengakselerasi Islamisasi yang lebih mendalam, yang berpuncak pada formulasi sintesis harmonis "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," serta menanamkan semangat anti-kolonialisme dan memberikan inspirasi bagi gerakan pembaharuan Islam berikutnya di Nusantara.
Copyrights © 2025