Al-Irsyad Al-Islamiyyah, sebagai gerakan pembaharuan Islam signifikan di Indonesia yang lahir pada awal abad ke-20 melalui Syaikh Ahmad Surkati, memiliki DNA historis yang menekankan pada tajdid (pembaharuan) dan egalitarianisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika intelektual kontemporer Al-Irsyad dalam upayanya menuju artikulasi dan implementasi Islam yang progresif dan egaliter di tengah kompleksitas tantangan modern. Fokus utama penelitian adalah menganalisis akar historis serta evolusi pemikiran reformis dan egaliternya, menyelidiki bagaimana Al-Irsyad menginterpretasikan dan mengartikulasikan Islam progresif, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dinamika pemikirannya, serta menilai manifestasi konkret dari orientasi tersebut dalam program dan diskursus publiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi historis-sosiologis, didukung oleh kajian pustaka mendalam terhadap sumber-sumber primer dan sekunder serta analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos reformis-egaliter warisan pendirinya tetap menjadi landasan penting yang memengaruhi trajektori Al-Irsyad. Organisasi ini menginterpretasikan Islam progresif dengan merespons tantangan zaman melalui kerangka maqashid asy-syari'ah, seraya berupaya menyeimbangkan warisan puritan-reformisnya dengan tuntutan kemaslahatan dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Dinamika pemikiran ini terbukti merupakan produk interaksi kompleks antara faktor internal, seperti kepemimpinan dan dialektika intelektual, dengan pengaruh eksternal, termasuk perubahan sosial-politik dan diskursus Islam global. Manifestasi nyata dari orientasi progresif dan egaliter ini termanifestasi dalam inovasi di bidang pendidikan, keterlibatan yang meningkat dalam wacana publik, serta program-program pemberdayaan komunitas