Studi ini mengkaji strategi adaptasi berbasis pengetahuan lokal masyarakat dalam meningkatkan ketahanan sistem agroforestri kakao terhadap perubahan iklim dan bencana banjir. Fokus analisis meliputi pemilihan pohon penaung, pola penanaman pohon, dan penyesuaian kalender tanam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapang, diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara semi-terstruktur dengan petani. Hasil penelitian mengungkap bahwa petani memanfaatkan pohon penaung bernilai ekonomi dan ekologis, meskipun terdapat risiko inkompatibilitas yang berpotensi meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perubahan iklim juga mengakibatkan pergeseran pola musim, sehingga mengganggu jadwal pemupukan, panen, pruning, dan sanitasi.. Tantangan utama yang dihadapi meliputi pergeseran pola curah hujan dan fluktuasi suhu serta tingginya serangan hama dan penyakit pada klon tertentu. Temuan ini merekomendasikan penguatan kapasistas petani dengan integrasi pengetahuan lokal dan inovasi adaptif untuk meningkatkan produktivitas kakao berbasis agroforestri serta pengembangan varietas kakao yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem
Copyrights © 2025