PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan penjualan tenaga listrik, salah satunya melalui penambahan jumlah pelanggan pada segmen Tegangan Rendah (TR), Tegangan Menengah (TM), dan Tegangan Tinggi (TT). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan proses penyambungan pelanggan baru. Proses penyambungan ini melibatkan integrasi instalasi rumah pelanggan ke dalam jaringan distribusi tegangan rendah. Titik penyambungan dapat dilakukan dengan dua metode utama, yaitu menggunakan konektor (tap connector) atau dengan teknik lilit langsung pada konduktor. Perbedaan jenis konektor dan teknik sambungan ini dapat memengaruhi besarnya susut tegangan (voltage drop) yang terjadi pada sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan nilai susut tegangan yang ditimbulkan oleh dua metode sambungan tersebut. Metode yang digunakan adalah simulasi tegangan berbasis model, di mana sistem penyambungan dimodelkan untuk mengevaluasi performa dan nilai susut tegangan pada berbagai kondisi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi PLN dalam menentukan metode sambungan yang optimal guna meminimalkan kehilangan daya dan meningkatkan efisiensi distribusi listrik.
Copyrights © 2025