Era digital menuntut institusi publik untuk menerapkan keterbukaan informasi melalui media sosial sebagai bagian dari komunikasi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keterbukaan informasi publik berdampak terhadap praktik kerja dan tekanan digital yang dialami pengelola media sosial pemerintah daerah. Studi dilakukan pada Pemerintah Kota Bogor dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pengelola mengalami technostress dalam bentuk techno-overload, techno-invasion, dan techno-uncertainty. Tekanan tersebut berdampak pada kesejahteraan psikologis dan efektivitas komunikasi publik. Minimnya dukungan kelembagaan memperburuk kondisi kerja. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas organisasi melalui SOP komunikasi krisis, pelatihan teknis, dan sistem dukungan psikososial. Temuan ini memperkaya literatur technostress dan kesiapan komunikasi krisis di sektor publik digital.
Copyrights © 2025