Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang telah menerapkan RME secara penuh pada layanan rawat inap sejak Maret 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi RME dengan menggunakan model HOT-FIT yang mencakup faktor manusia, organisasi, teknologi, dan kesesuaian (fit) antar faktor tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan dari berbagai profesi, seperti dokter, perawat, farmasi, radiologi, laboratorium, dan IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RME sangat membantu dalam mempercepat pencatatan medis, memudahkan koordinasi antardepartemen, dan mendukung pelayanan pasien. Manajemen mendukung melalui pelatihan dan penyediaan infrastruktur, namun masih terdapat kendala dalam penerapan SOP dan penanganan gangguan sistem. Pada aspek teknologi, sistem dinilai cukup baik tetapi perlu peningkatan pada kecepatan akses, integrasi data antarunit, serta stabilitas server. Secara umum, kesesuaian antara faktor human, organization, dan technology sudah baik, tetapi perlu perbaikan pada mekanisme feedback dan transparansi informasi saat terjadi error. Rumah sakit disarankan untuk mengoptimalkan infrastruktur teknologi, SOP teknis, dan pelatihan berkelanjutan guna mendukung keberhasilan implementasi RME. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, HOT-FIT, rawat inap, sistem informasi kesehatan, RSUD.
Copyrights © 2025