Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui rekam medis elektronik (RME) menjadi kewajiban bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, implementasi RME di tingkat puskesmas masih menghadapi beragam tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi RME di Puskesmas Sukoharjo dengan pendekatan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari kepala unit dan petugas pelaksana, sementara analisis data dilakukan dengan teknik Miles dan Huberman serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala pada faktor Man (kompetensi dan pelatihan terbatas), Method (tidak adanya SOP yang tersosialisasi), dan Machine (perangkat dan jaringan tidak memadai). Selain itu, anggaran khusus untuk pemeliharaan dan pengembangan sistem tidak tersedia. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penyusunan SOP yang terstruktur, serta advokasi anggaran berbasis output agar implementasi RME berjalan optimal. Kata Kunci: rekam medis elektronik, fishbone, puskesmas, manajemen informasi kesehatan
Copyrights © 2025