Bidodareni adalah tradisi adat Jawa Tondano yang melambangkan malam pengantin atau malam perpisahan masa remaja seorang wanita, karena keesokan harinya ia akan menikah. Tradisi ini sangat erat kaitannya dengan pingitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran yang terjadi dalam tradisi Bidodareni di Desa Yosonegoro. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pergeseran pingitan dalam tradisi Bidodareni dipengaruhi oleh modernisasi, globalisasi, serta perubahan pola pikir generasi muda terhadap adat dan tradisi. Meskipun demikian, sebagian masyarakat Jawa Tondano di Desa Yosonegoro masih melaksanakan tradisi ini dengan menyesuaikan diri pada kondisi sosial dan kebutuhan individu. Oleh karena itu, Bidodareni tetap menjadi bagian dari identitas budaya Jawa Tondano, meskipun telah mengalami adaptasi dalam pelaksanaannya.
Copyrights © 2025