Penelitian ini berfokus pada peran Masjid Jogokariyan di Yogyakarta dalam mempromosikan kesejahteraan komunitas melalui berbagai inisiatif filantropi yang inovatif dan berkelanjutan. Meskipun banyak studi telah mengeksplorasi filantropi dalam konteks Islam, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai bagaimana filantropi Jogokariyan dapat mewujudkan moderasi beragama di era digital? Serta bagaimana cara filantropi Jogokaryan membedakan diri dengan philanthrocapitalism? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam kerangka Network Society (Castells, 2004) dengan lokus di Masjid Jogokariyan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jogokariyan berhasil memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi, kepercayaan publik, dan jumlah donasi, sehingga memperkuat kohesi sosial dan moderasi beragama. Spirit saldo Rp. 0 merupakan bentuk komitmen pengelola untuk mengosongkan saldo dalam periode tertentu agar donasi dapat sepenuhnya bermanfaat tanpa menimbun atau mengambil donasi tersebut untuk kepentingan organisasi. Studi ini merekomendasikan agar kebijakan filantropi di era digital lebih menekankan pada transparansi dan akuntabilitas, serta mengadopsi pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Filantropi; Masyarakat Jaringan; Jogokariyan; Moderasi Beragama
Copyrights © 2025