Budidaya jangkrik merupakan salah satu alternative mata pencaharian yang semakin berkembang seiring meningkatnya permintaan jangkrik sebagai pakan burung, ikan hias, serta kebutuhan industri makanan dan farmasi. Namun demikian, masih banyak peternak yang menerapkan metode konvensional, khususnya dalam hal pengaturan suhu dan kelembapan kandang yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan peternak jangkrik lokal di Desa Toapaya, Kabupaten Bintan, melalui penerapan sistem monitoring lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan platform Blynk dan mikrokontroler Arduino. Alat yang dirancang mampu memantau suhu dan kelembapan secara real-time serta mengirimkan notifikasi langsung ke perangkat pengguna, sehingga memungkinkan peternak untuk segera melakukan tindakan korektif saat kondisi kandang berada di luar batas ideal. Kegiatan ini meliputi observasi lokasi, wawancara, studi pustaka, perakitan alat, instalasi, pengujian, hingga evaluasi pasca implementasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi secara efektif dalam menjaga kestabilan lingkungan kandang, menurunkan tingkat kematian jangkrik, serta meningkatkan produktivitas budidaya. Selain menghasilkan solusi teknologi praktis, kegiatan ini juga berkontribusi dalam membangun masyarakat cerdas dengan mendorong literasi teknologi di kalangan peternak daerah.
Copyrights © 2025