ABSTRAKPengembangan wilayah perlu didukung oleh majunya sistem pertanian dengan pola usaha pokok yang dapatberbeda untuk tiap-tiap wilayah, tergantung potensinya. Evaluasi kesesuaian lahan perlu dilakukan untuk menjaminpengusahaan pola budidaya yang paling sesuai, yang secara biofisik memberikan hasil tertinggi dan secara ekonomismenguntungkan. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi pengembangan Kota Terpadu Mandiri Rawapitu, Kab.Tulangbawang, Provinsi Lampung. Evaluasi kesesuaian lahan fisik dan ekonomi dilakukan menggunakan AutomatedLand Evaluation System (ALES). Analisis dilakukan untuk komoditas padi sawah, yang merupakan komoditas utamawilayah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian Rawapitu memiliki kelas kesesuaian lahan fisikaktual untuk padi pada kelas S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marginal). Faktor pembatas utamanya adalah bahayabanjir, retensi hara, hara tersedia dan media perakaran. Beberapa karakteristik tanah yang menjadi pembatasdominan, antara lain adalah reaksi tanah yang masam, topografi wilayah yang landai pada ketinggian tempat yangrendah. Hasil analisis kesesuaian lahan ekonomi menunjukkan bahwa baik pada pada lahan kelas S2 maupun kelasS3, pengusahaan tanaman padi masih menguntungkan, ditunjukkan oleh nilai-nilai gross margin maupun rasio B/Cnya.Upaya pengelolaan spesifik lokasi diperlukan untuk meningkatkan kesesuaian fisik, sekaligus meningkatkankeuntungan dan pendapatan petani.Kata Kunci: Automated Land Evaluation System (ALES), Evaluasi Lahan, Karakteristik Lahan, Pohon Keputusan.ABSTRACTRegional development needs to be supported by an advanced agricultural system with its main principalcommodities, which varies among different regions, depending on the potencies. Evaluation of land suitability needs tobe done, to ensure the utilization of the most appropriate commodities which biophysically gave the highest yield andeconomically profitable. The research was conducted at the location of the development of Integrated DevelopmentCity Planning (âKota Terpadu Mandiriâ) of Rawapitu at Tulangbawang Regency, Lampung Province. Physical andeconomical land suitability analysis was done using Automated Land Evaluation System (ALES) for rice field, which isthe main commodity of the region. The result showed that the study area of Rawapitu had actual physical landsuitability classes for rice field in the S2 (suitable) class and S3 (marginally suitable) class. The main limiting factorswere the danger of flooding, nutrient retention, nutrient availability and rooting medium. Some land characteristics thatbecame the dominant limiting factors were soil reactions which are acidic soil and topographic sloping at a low altitude.Economic land suitability analysis results showed that both in the land suitability class of S2 and S3, rice cultivationwas still profitable, indicated by the values of gross margin and the ratio B/C. Site-specific management measures arerequired to improve the physical suitability and at the same time increasing profits and income of farmers.Keyword: Automated Land Evaluation System (ALES), Land Evaluation, Land Characteristics, Decision Tree.
Copyrights © 2013