Terapi DM yang paling utama yaitu terapi makanan dengan mengatur pola makan penderita dan mengonsumsi bahan makanan yang bergizi seimbang. Kurkumin merupakan salah satu komponen bioaktif pada bahan makanan yang dapat dikembangkan sebagai antidiabetik. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk merangkum berbagai temuan baru mengenai potensi efek pemberian kurkumin pada diabetes melitus tipe 2 dalam menurunkan kadar HbA1C. Metode penelitian ini menggunakan studi meta analisis dengan mengkaji artikel penelitian yang diperoleh dengan menggunakan data base Google Schoolar dan PubMed. Dari hasil penelusuran terdapat 7 artikel yang kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi R-Studio untuk dianalisis sesuai dengan fokus bahasan. Hasil total mean difference pada forest plot menunjukkan kelompok yang diberikan kurkumin memiliki kadar HbA1C yang lebih rendah 0.26% dibandingkan kelompok yang tidak diberikan kurkumin. Dengan demikian, efek kurkumin secara signifikan dapat menurunkan kadar HbA1C dibandingkan dengan penderita DM yang tidak diberi kurkumin. Kata kunci : Kurkumin, Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1C, Meta Analisis
Copyrights © 2025