2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025

PENGARUH KOMUNIKASI K3 DAN PARTISIPASI PEKERJA TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MAKANAN DI KOTA MEDAN

Kanahaya, Adinda (Unknown)
Eriana, Zahra (Unknown)
Arifin, Daud (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2025

Abstract

 The high number of workplace accidents in the food processing industry in Indonesia underscores the importance of implementing a more effective occupational safety system. The purpose of this study was to analyze the influence of occupational safety and health communication and worker participation on occupational safety performance. The study used a cross-sectional design, involving 34 workers selected using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and then analyzed using multiple linear regression. The results showed that occupational safety and health communication significantly influenced safety performance (t = 2.321; p = 0.027), and worker participation had a more dominant influence on safety performance (t = 8.278; p = 0.000). Simultaneously, both variables had a highly significant effect (F = 134.089; p = 0.000) with a coefficient of determination (R-squared) of 0.896. The study concluded that improving occupational safety and health communication and worker participation can substantially improve safety performance in the food processing industry.Keywords: food industry; workers; occupational safety and health; communication; participation ABSTRAK Tingginya angka kecelakaan kerja pada industri pengolahan makanan di Indonesia menegaskan pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja terhadap kinerja keselamatan kerja. Rancangan yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 34 pekerja yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja keselamatan (t = 2,321; p = 0,027), dan partisipasi pekerja memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja keselamatan (t = 8,278; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh sangat signifikan (F = 134,089; p = 0,000) dengan koefisien determinasi (R kuadrat) adalah 0,896. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja mampu meningkatkan kinerja keselamatan secara substansial di industri pengolahan makanan.Kata kunci: industri makanan; pekerja; keselamatan dan kesehatan kerja; komunikasi; partisipasi

Copyrights © 2025