Meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menyebabkan kesulitan besar bagipara nelayan untuk menjalankan usaha penangkapan ikan di Indonesia. Sebagian besar BBM digunakan untuk mencari daerah penangkapan ikan sehingga adanya sistem peramalan daerah penangkapan ikan (DPI) akan membantu para nelayan untuk meningkatkan efisiensi penangkapan ikan. Di beberapa negara sistem ini sudah berjalan dengan baik namun di Indonesia penerapannya masih relatif baru sehingga masih perlu dilakukan pengembangan. Pengembangan sistem peramalan DPI di Indonesia lebih sulit dibandingkan di negara-negara yang berada pada daerah sub tropis karena variasi spasial parameter-parameter oseanografi sangat tinggi sehingga biasanya ikan akan terkonsentrasi di daerah front. Kondisi parameter-parameter oseanografi di perairan Indonesia secara spasial relatif homogen sehingga sulit mengidentifikasi daerah front. Selain itu, keterbatasan data perikanan di Indonesia juga menjadi faktor penyebab sulitnya pengembangan sistem ini. Namun demikian dari beberapa penelitian di perairan Indonesia ditemukan indikasi adanya hubungan parameter-parameter oseanografi dengan keberadaan ikan sehingga sistem peramalan DPI ini perlu dikembangkan melalui penelitian yang berkesinambungan dan terintegrasi. Dalam tulisan ini juga diuraikan contoh penerapan sistim peramalan DPI di Jepang, untuk dapat digunakan sebagai masukan untuk pengembangannya di Indonesia.Kata Kunci : Peramalan, Daerah Penangkapan Ikan,Oseanografi, Satelit.ABSTRACTThe increase of fuel prices has caused difficulties for the fishermen to run a fishingoperation in Indonesia. Most of the fuel was used for searching the fishing ground, so that a fishing ground forecasting system (FGFS) will improve the fishing efficiency. In some countries, this system has been running well, but the implementation in Indonesia is still relatively new and still needs to be developed. Development of FGFS in Indonesia is more difficult as compared to the sub-tropical countries due to the high spatial variations in oceanographic parameters. Whereas the fish is concentrated in the front between two water masses. Condition oceanographic parameters in Indonesian waters are relatively homogeneous making it difficult to identify the front area. In addition, the limitations of fisheries data are the factors for development of this system. However, from some researches in Indonesian waters were found indications that the presence of fish is related to oceanographic conditions. The FGFS should be developed through a sustainable and integrated research in Indonesia. This paper also outlines the examples of the application of FGFS in Japan as consideration for developing the FGFS in Indonesia.Keywords: Forecasting, Fishing Ground, Oceanography, Satellite.
Copyrights © 2010