Penelitian ini mengintegrasikan beberapa hasil kegiatan dan penelitian terkait surveiarkeologis di Trowulan dengan GIS. Metode yang digunakan adalah melakukan set up datadata tersebut kedalam format spasial yang memiliki referensi geografis yang sama. Berbagai aplikasi analisis baik 2D maupun 3D dilakukan untuk menunjukkan representasi keadaan Trowulan dari awal penelitian sampai saat ini, yang diharapkan dapat dijadikan sebagai input bagi pengambil kebijakan dalam mengambil langkah kedepan, terkait dengan rencana usulan wilayah Trowulan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) ataupun nominasi âworld heritageâ. Upaya perlindungan dan konservasi kawasan ini menjadi prioritas utama untuk mengawal Trowulan dalam rangka penetapan kawasan tersebut sebagai KSN ataupun warisan budaya nasional dan dunia. GIS dapat digunakan sebagai instrumen dalam pengelolaan data dan informasi, sekaligus sistem pemantauan terkait dengan keseluruhan properti arkeologi yang ada di kawasan tersebut.Kata Kunci: Pemetaan, GIS, Kawasan Strategis Nasional, Arkeologi.ABSTRACTThis research integrating several related research activities and results of archaeological survey in Trowulan with GIS. The method used is to set up these data into a spatial format that has the same geographic references. Various applications both 2D and 3D analysis done to show a representation of the initial state Trowulan research to date, which is expected to be used as input for policy makers in taking the next step, is associated with the proposed plan area as a National Strategic Area Trowulan (KSN) or nominee the world heritage. The protection and conservation of this region a top priority in order to escort Trowulan determination as KSN region or national and world cultural heritage. GIS can be used as an instrument in the management of data and information, as well as the overall monitoring system associated with the existing archaeological properties in the area.Key Words: Mapping, GIS, National Strategic Area, Archeology
Copyrights © 2010