"Menjelang Magrib" (2022), yang disutradarai oleh Helfi Kardit, menyajikan narasi horor yang sangat berakar pada elemen psikologis dan mistis, mengeksplorasi tema-tema kesehatan mental, isolasi sosial, dan kepercayaan mistis yang masih bertahan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen naratif, sinematik, dan tematik film, menguji representasi isu-isu sosial budaya yang relevan. Dengan menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan semiotika dan psikoanalisis, penelitian ini menginvestigasi tanda-tanda visual dan auditori, motivasi karakter, dan representasi sosial budaya. Film ini secara efektif membangun teror atmosferik melalui sinematografi gelap dan desain suara yang mengganggu, sambil secara sensitif menggambarkan kondisi kesehatan mental Nina, menyoroti dampak isolasi sosial dan kepercayaan tradisional terhadap kesejahteraan mental. Selain itu, film ini berfungsi sebagai kritik sosial terhadap terbatasnya akses layanan kesehatan mental di daerah pedesaan, di mana kepercayaan tradisional sering kali menutupi perawatan medis profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Menjelang Magrib" berhasil menggabungkan horor psikologis dan mistis, mendorong penonton untuk merenungkan isu-isu sosial budaya yang signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman sinema horor Indonesia dengan menunjukkan bagaimana film tersebut dapat menangani tema-tema kompleks di luar kiasan horor konvensional, memperkaya wacana tentang peran film dalam merefleksikan dan mengkritik isu-isu masyarakat.
Copyrights © 2025