Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan farmasi halal merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasien Muslim terhadap kejelasan kehalalan produk farmasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis efektivitas dan tantangan integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan data sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi informasi halal meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi verifikasi obat, serta kepercayaan pasien terhadap layanan farmasi berbasis syariah. Pelatihan tenaga kefarmasian serta penguatan infrastruktur menjadi faktor pendukung utama keberhasilan implementasi sistem. Namun, keterbatasan integrasi nasional dan kurangnya data sertifikasi halal masih menjadi tantangan signifikan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem digital terstandarisasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan ekosistem layanan farmasi halal yang berkelanjutan dan terpercaya.
Copyrights © 2025