Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya keterampilan literasi membaca dan menulis yang dialami oleh sebagian siswa di SD GMIM III Tomohon, khususnya pada jenjang kelas awal. Kesulitan tersebut berpotensi menghambat proses belajar siswa secara menyeluruh apabila tidak ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi hambatan literasi dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala membaca pada siswa umumnya disebabkan oleh kurangnya penguasaan terhadap huruf alfabet, sedangkan kesulitan dalam menulis disebabkan oleh kurang tepatnya media pembelajaran yang digunakan. Dalam mengatasi hal tersebut, guru menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kebutuhan siswa, seperti pendampingan intensif, penggunaan media kain flanel huruf vokal, serta buku tulis bergaris halus dengan panduan huruf tegak bersambung. Strategi ini terbukti membantu meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa secara bertahap, sesuai dengan prinsip diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025