MAJALAH ILMIAH GLOBE
Vol 2, No 2 (2000)

PEMETAAN BENTUK LAHAN TANPA PENGGUNAAN DATA INDERAJA

Wijaya, Jaya ( Penetiti pada Pusat Survei Sumberdaya Alam, Bakosurtanal)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2016

Abstract

Pemetaan bentuk lahan menggunakan data inderaja baik foto udara, Citra Landsat dan lainnya memerlukan biaya dan tenaga yang cukup besar, sedangkan pemetaan bentuk lahan secara terestris dianggap kurang efisien. Dalam dimensi pasar sendiri belum diketahui secara pasti seberapa besar pemanfaatan data bentuk lahan untuk aplikasi riil bagi perencana dan pelaksana lapangan , walaupun secara akademik peta bentuk lahan mempunyai aplikasi yang beragam terutama untuk perencanaan witayah. Berdasarkan pertimbangan diatas, untuk efisiensi biaya dan agar dapat dilaksanakan secara luas bagi aplikasi tertentu, maka salah satu alternatif adalah metode pemetaannya tanpa penggunaan data inderaja. Metode pemetaannya terutama dengan cara penafsiran morfologi peta rupabumi dan penafsiran data RePPProT dan kartu datanya. Beberapa kelebihan dan kelemahan metode perlu dipertimbangkan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.ABSTRACTLandform mapping using remotely sensed data such as aerial photograph and satellite imagery requires huge budget, while terestrically landform mapping is regarded by some parties to be inefficient. ln the market dimension, it is uncertain how often landform maps are used for planning and real application, while academically landform maps have served a wide range of applications especially for regional planning. Based on considerations above, an alternative method to map landform is by deciphering topographic maps and interpreting the existing RePPProT owned land system and its ground rules for data cards.Kata kunci : bentuklahan, pemetaanKeywords: landform, mapping

Copyrights © 2000