Abstrak Baby Walker merupakan alat bantu berjalan untuk bayi yang dilengkapi dengan roda, di mana bayi ditempatkan dalam posisi duduk di dalamnya. Alat ini digunakan dengan tujuan membantu bayi untuk berpindah tempat. Banyak orang tua memilih menggunakan Baby Walker karena dianggap dapat merangsang perkembangan motorik kasar agar bayi lebih cepat berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Baby Walker dengan kemampuan berjalan pada bayi usia 7–12 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 bayi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan Baby Walker , sedangkan variabel dependen adalah kemampuan berjalan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan Baby Walker dan memiliki kemampuan berjalan baik sebanyak 2 bayi (6,25%), dan yang menggunakan Baby Walker namun kemampuan berjalan kurang sebanyak 18 bayi (56,25%). Sementara itu, bayi yang tidak menggunakan Baby Walker tetapi memiliki kemampuan berjalan baik sebanyak 2 bayi (6,25%), dan yang tidak menggunakan Baby Walker dengan kemampuan berjalan kurang sebanyak 1 bayi (3,12%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan Baby Walker dengan kemampuan berjalan pada bayi usia 7–12 bulan di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kab.Nganjuk, 2025. Dari hasil tersebut, disarankan kepada para ibu agar melatih kemampuan berjalan bayi sesuai dengan tahapan usianya guna menstimulasi perkembangan motorik kasar secara optimal, serta dianjurkan untuk tidak menggunakan Baby Walker . Kata Kunci: Baby Walker , kemampuan berjalan, bayi usia 7–12 bulan
Copyrights © 2025