Pelayanan rekam medis yang efektif sangat dipengaruhi oleh kondisi kerja petugas, termasuk tingkat stres dan motivasi. Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta telah mengadopsi sistem rekam medis elektronik, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan ruang dan beban kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja, motivasi kerja, dan kinerja petugas rekam medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh petugas rekam medis berjumlah 15 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden mengalami stres kerja tingkat sedang, motivasi kerja tinggi, dan kinerja tinggi. Meskipun berada dalam tekanan kerja sedang, mayoritas petugas mampu menunjukkan kinerja baik, yang ditunjang oleh motivasi kerja yang cukup tinggi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen stres kerja dan penguatan motivasi merupakan langkah penting untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja petugas rekam medis di rumah sakit. Disarankan kepada manajemen agar melakukan evaluasi beban kerja dan menyediakan lingkungan kerja yang lebih mendukung.
Copyrights © 2025