Bangunan fungsi campuran telah ada sejak era 1960-an dan terus berkembang mengikuti dinamika kota. Dalam perkembangannya, prinsip arsitektur yang diterapkan tidak selalu sama, tergantung konteks sosial, budaya, dan lingkungan pada masing-masing masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan penerapan prinsip arsitektur kontekstual pada bangunan fungsi campuran lintas waktu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berbasis data sekunder terhadap tiga studi kasus di Jakarta: Sarinah Building (1960-an), Wisma Dharmala Sakti (1990-an), dan Tamansari Hive (2020-an). Hasil menunjukkan kesamaan pada prinsip permeability, robustness, dan personalization, serta perbedaan yang spesifik pada aspek richness, legibility, dan variety sesuai dengan zamannya. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukannya studi lapangan, sehingga belum mencakup persepsi pengguna secara langsung. Studi lanjutan disarankan untuk melibatkan observasi, wawancara, dan survei agar mampu menggali keterkaitan antara prinsip desain dan pengalaman ruang secara lebih mendalam.
Copyrights © 2025