Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFICATION OF GREEN SPACE CRITERIA IN THE HOSPITAL ENVIRONMENT AS A SUPPORT FOR THE PATIENT'S RECOVERY PROCESS Canthika Nada; Tulus Widiarso; Sri Tundono
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i2.19568

Abstract

The recovery process for patients in the hospital doesn't only come from medical factors, but also from other factors, one of them being an environmental factor. The study on this paper focuses to identify the criteria for green spaces that support the recovery process of patients, which is expected to be a reference for preparing guidelines to design green spaces in hospitals. The research methodology used is descriptive qualitative by analyzing relevant scientific articles. Green space criteria can be seen from several principles, such as the main principles on green hospital concept both in theory or design. The study results are the main principles of green spaces design, such as designing green spaces inside and outside buildings, that is organize the vegetation, in and out access, furnituring and use the hardscapes. The conclusion drawn from this study is the importance of utilizing of green spaces as a place to support the patient’s recovery process through a design that refers to the principles of the green hospital optimally.
Analisis Perbandingan Risiko Pelaksanaan Konstruksi Kontrak Pekerjaan Lumsum dan Harga Satuan Sugeng Riyanto; Saihul Anwar; Darmawan Pontan; Tulus Widiarso
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i7.1478

Abstract

Latar Belakang: Dalam pelaksanaan konstruksi di Indonesia, kontrak antara pemilik proyek dan kontraktor sering menggunakan kontrak lumsum dan kontrak harga satuan. Kontraktor harus menjaga peluang keuntungan sambil mengelola risiko biaya, waktu, dan mutu. Untuk mencapai konstruksi yang efektif, penting untuk menganalisis risiko pada kedua jenis kontrak ini dengan mempertimbangkan persepsi, preferensi, pengalaman, dan intuisi kontraktor. Tujuan: Menganalisis risiko-risiko menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan Microsoft Excel, yang memberikan hasil penilaian subjektif dan objektif. Metode: Analisis dilakukan dengan menentukan variabel/kriteria risiko, mengembangkan struktur hierarki yang terdiri dari tiga level (kriteria, sub-kriteria, dan alternatif), dan menyusun kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 12 responden dari PT. Nindya Karya - Divisi EPC. Data kemudian ditabulasikan, dibuat matriks berpasangan, dilakukan perbandingan berpasangan, dihitung nilai rata-rata, diukur bobot prioritas, dan diperiksa Consistency Ratio (CR). Hasil: Pada kriteria level 1, aspek biaya memiliki risiko tertinggi (39,68%), diikuti mutu (38,96%) dan waktu (21,35%). Pada sub kriteria level 2, risiko tertinggi pada aspek biaya adalah pekerjaan tambah kurang akibat perubahan desain (13,33%), pada aspek waktu adalah penerapan metode pelaksanaan yang tidak tepat (29,96%), dan pada aspek mutu adalah ketidaksesuaian desain (23,60%). Pada alternatif level 3, risiko tertinggi adalah tenaga kerja yang kurang profesional dan hasil pekerjaan yang tidak rapi (84,65%). Kesimpulan: Analisis AHP menunjukkan bahwa kontrak lumsum memiliki risiko lebih tinggi (75,12%) dibandingkan kontrak harga satuan (24,88%).
MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN PEDESAAN Rintawati, Dewi; Sari, Christina; Zayadi, Ruwaida; Widiarso, Tulus; Wildan, Dwiki
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.17717

Abstract

Pembangunan infrastruktur di pedesaan berkembang baik dengan adanya program pemerintah tentang pembangunan desa yaitu program pembangunan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun Lembaga-lembaga pemerintahan desa. Dengan keterbatasan kemampuan pemerintah dalam menyelenggaraan jalan, dibuat suatu pola peran yang saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pola tersebut masyarakat akan dilibatkan secara lebih luas, sehingga masyarakat dapat membantu dalam penyelenggaraan jalan. Kelurahan Bendung yang berada di Kecamatan Kasemen dalam 2 tahun terakhir dibangun beberapa ruas jalan dari aspal hotmix lebar 4,5m dan jalan beton lebar 6m. Terbangunnya akses jalan tersebut memudahkan masyarakat dan lembaga pemerintah desa dalam bekerja, menempuh Pendidikan, menjalani usaha pertanian, perkebunan, perikanan serta pengobatan akan semakin mudah dan berdampak pada meningkatnya perekonomian desa/kelurahan Bendung. Dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kelurahan Bendung maka struktur jalan akan mengalami penurunan tingkat layanan yang ditandai dengan adanya kerusakan jalan. Jika kerusakan jalan dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan semakin memperparah kerusakan ruas jalan dan menghambat aktivitas masyarakat setempat dalam berkehidupan social, ekonomi, budaya dan lingkungannya. Dari hasil survei lokasi ditemukan beberapa lokasi jalan aspal permukaannya bergelombang, material lepas dan berlubang. Jalan tidak dilengkapi dengan drainase yang benar sehingga berpotensi air menggenang di permukaan dan merusak jalan. Di beberapa lokasi jalan drainase tidak terawat dengan baik yang menyebabkan fungsi drainase tidak optimal sesuai peruntukannya. Sehingga perlu dilakukan manajemen pemeliharaan jalan pedesaan dengan cara sosialisasi tentang peran dan fungsi jalan bagi masyarakat dan pelatihan tentang pemeliharaan jalan pedesaan yang melibatkan peran serta masyakat didalamnya
PENINGKATAN KUALITAS HUNIAN PADA PERMUKIMAN PADAT DI RW 02, KELURAHAN KRENDANG, JAKARTA BARAT: - Widiarso, Tulus Widiarso; Karista, Ardilla Jefri; Rintawati, Dewi
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18478

Abstract

The settlement in RW 02, Krendang sub-district, Tambora district, West Jakarta, is a dense and unorganized urban settlement resulting from an unplanned incremental growth process. Apart from poor environmental sanitation conditions, this settlement has a low quality of residential space with very limited natural lighting and ventilation due to the closeness of the buildings and the lack of open space. This settlement is the location for implementing a community service program which aims to help the West Jakarta government deal with the city's slum problem by involving community participation to improve the quality of residential space. The initial program in 2023 aims to open people's minds about the importance of healthy residential spaces, and to make this happen can be done using simple, low-cost methods. In the next stage, sustainable programs will be continued until a model of healthy, low-cost housing is realized in this settlement. A series of community service activities have been carried out with the culmination of counseling activities for social treatment to build collective insight and awareness among residents. The counseling took place at the community hall, attended by RW administrators as well as RT representatives and community leaders within RW 02. The counselor team used pictures of simulation designs for the renovation of multi-purpose buildings and pre-school children's education in RW 02 as counseling aids. Based on pre-test and post-test data through filling out questionnaires by participants, it shows a significant increase in collective awareness regarding the program objectives.
PENDAMPINGAN PERANCANGAN PEMANFAATAN RUANG LUAR DI KAWASAN RUSUNAWA ROROTAN IV, JAKARTA UTARA Karista, Ardilla Jefri; Widiarso, Tulus; Purnomo, Endhi Ibuhindar; Fauzi, Reza; Salsabilla
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18507

Abstract

Wilayah Rusunawa Rorotan memiliki area luar yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga penghuni rusun. Lahan yang tidak diolah dan sedikitnya interaksi di ruang luar merupakan bukti bahwa ruang luar tersebut belum dioptimalkan penggunaannya. Hal ini dikarenakan kondisi ruang luar belum memadahi untuk warga penghuni berkegiatan dan berinteraksi di dalamnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan peran warga penghuni sebagai komunitas lokal untuk ikut merancang penggunaan ruang luar rusunawa terutama dalam hal interaksi sosial, pemanfaatan ruang dan kenyamanan pengguna. Sehingga, warga penghuni memiliki panduan praktis mengenai upaya pemanfaatan ruang luar sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melibatkan partisipasi aktif warga penghuni dalam merencanakan dan merancang ruang luar sesuai dengan kebutuhan mereka. Rencana kegiatan diawali dengan survey awal, identifikasi masalah dan pembahasan rencana program. Kemudian dilanjutkan audiensi dengan mitra untuk menentukan peserta sasaran. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan melibatkan perwakilan warga penghuni rusunawa dalam diskusi-diskusi untuk merancang ruang luar. Dari kegiatan yang dilaksanakan, warga penghuni memiliki kecenderungan menggunakan ruang luar pada sore hari dengan durasi paling lama selama 2 jam dan secara spesifik memilih lokasi yang berada di dekat unit hunian mereka. Dalam proses perancangan menggunakan simulasi secara 3D untuk membantu membayangkan penggunaan ruang luar berdasarkan lokasi, waktu kegiatan dan luas ruang pada setiap area ruang luar rusunawa. Visualisasi 3D tersebut dirasa berhasil membantu warga penghuni mendapatkan gambaran konkret tentang kegiatan di luar ruangan. Sehingga, pemanfaatan ruang luar dapat ditingkatkan dengan memperhatikan preferensi pengguna untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan harapan warga penghuni.
OPTIMALISASI PERMEABILITAS PADA RANCANGAN BANGUNAN TRANSIT HUB DI KAWASAN TOD JUANDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Nityasa Kirana, Kinantya; Budi Purnomo, Agus; Wijayanto , Punto; Widiarso , Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan transit hub dalam kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) memiliki peran penting sebagai simpul transportasi dan integrator aktivitas perkotaan. Artikel ini membahas bagaimana optimalisasi aspek permeabilitas diterapkan dalam perancangan Transit Hub di kawasan TOD Juanda dengan pendekatan arsitektur kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, memadukan analisis desain proyek tugas akhir dengan teori dan studi preseden. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa permeabilitas, baik fisik maupun visual, berkontribusi besar terhadap kualitas sirkulasi pejalan kaki, konektivitas antar zona fungsi, serta integrasi bangunan dengan lingkungan sekitarnya.
STRATEGI PENCAHAYAAN DINAMIS DAN MENYEBAR PADA BANGUNAN MIXED-USE Rahma Ningsih , Nisrina; Inavonna, Inavonna; Bambang Susetyarto, Martinus; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu elemen penting dalam desain arsitektur yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan visual, efisiensi energi, serta kualitas ruang dalam bangunan. Dalam konteks bangunan mixed-use yang padat fungsi dan aktivitas, strategi pencahayaan yang tepat menjadi semakin krusial. Penelitian ini mengkaji penerapan pencahayaan dinamis dan menyebar sebagai bagian dari pendekatan biofilik dalam desain bangunan mixed-use. Pendekatan ini berfokus pada optimalisasi cahaya alami yang bervariasi secara intensitas, arah, dan persebaran, untuk menciptakan suasana ruang yang adaptif terhadap perubahan waktu dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan elemen seperti bukaan terarah, material reflektif-difus, serta tata letak ruang yang responsif terhadap orientasi matahari dapat meningkatkan kualitas pencahayaan alami sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan buatan. Strategi ini tidak hanya mendukung kenyamanan dan kesehatan pengguna ruang, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan energi dalam sistem bangunan perkotaan yang kompleks.
IDENTIFIKASI KESELARASAN PRINSIP POLA DAN BENTUK BIOMORFIK PADA ARSITEKTUR BIOFILIK DENGAN PENGEMBANGAN BANGUNAN MIXED-USE Nur Syah, Azzahra; Inavonna, Inavonna; Wijayanto , Punto; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Bangunan Mixed-Use pada Kawasan sebagai penunjang terkait fasilitas umum serta fasilitas sosial dalam menghidupkan suatu Kawasan. Dalam konteks pengembangan bangunan mixed-use pada Kawasan dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik yang memfokuskan pada prinsip pola dan bentuk biomorfik. Sebagaimana prinsip ini menentukan terkait pembentukan pola serta tekstur pada lingkungan serta menjadi komponen dekoratif dalam pengembangan desain masif. Artikel ini membahas terkait keselarasan pengembangan rancangan bangunan mixed-use dengan prinsip pola dan bentuk biomorfik. Melalui analisis studi kasus serta tinjauan literatur pada artikel ini, memberikan tujuan dalam penambahan wawasan terkait penerapan prinsip pola dan bentuk biomorfik pada bangunan mixed-use.
IDENTIFIKASI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN FUNGSI CAMPURAN Fajar Isnaini, Rohimah; Widiarso, Tulus; Sindhu Pribadi , I.G Oka
Metrik Serial Humaniora dan Sains Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan fungsi campuran telah ada sejak era 1960-an dan terus berkembang mengikuti dinamika kota. Dalam perkembangannya, prinsip arsitektur yang diterapkan tidak selalu sama, tergantung konteks sosial, budaya, dan lingkungan pada masing-masing masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan penerapan prinsip arsitektur kontekstual pada bangunan fungsi campuran lintas waktu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berbasis data sekunder terhadap tiga studi kasus di Jakarta: Sarinah Building (1960-an), Wisma Dharmala Sakti (1990-an), dan Tamansari Hive (2020-an). Hasil menunjukkan kesamaan pada prinsip permeability, robustness, dan personalization, serta perbedaan yang spesifik pada aspek richness, legibility, dan variety sesuai dengan zamannya. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukannya studi lapangan, sehingga belum mencakup persepsi pengguna secara langsung. Studi lanjutan disarankan untuk melibatkan observasi, wawancara, dan survei agar mampu menggali keterkaitan antara prinsip desain dan pengalaman ruang secara lebih mendalam.
Implementasi Konsep Net Zero Healthy Pada Bangunan Sekolah Antoni, Febri; Kusumawati, Lili; Kurniyaningrum, Endah; Pontan, Darmawan; Widiarso, Tulus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4268

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Net Zero Healthy (NZH) concept in a total school rehabilitation project in DKI Jakarta Province, as an effort to develop energy-efficient buildings that also promote physical health and thermal comfort for occupants. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, document analysis, and questionnaires from building users. The results indicate that solar panels effectively supplied 15% of the school’s total energy needs, although constrained by regulations. Furthermore, all working spaces met the minimum standards for natural ventilation and daylighting based on ASHRAE and Indonesian national standards. Mechanical ventilation through fans also performed optimally, supplying fresh air significantly above the required minimum. These findings demonstrate that NZH principles can be effectively applied to public building projects by considering design, technology, and user behavior. This research contributes significantly to green building policy development and national emission reduction efforts.